Home » Cerita Dewasa » Kenikmatan Setelah Mimpi Basah

sesudah merampungkan SMU, aku bertempat tinggal ma kerabat jauh ortuku di ibukota. jalinan Famili jauh itu berlangsung disebabkan ikatan pernikahan. Aku gak bisa meneruskan sekolahku disebabkan ortuku gak punya biaya. Karenanya aku ikut om ku agar lebih mudah untuk melacak pekerjaan.

Lagian omku itu punya koneksi yang luas. disebabkan aku belon punya cerita kerja, aku dikursusin si om menimpal iT disebabkan umumnya kerjaan iT lebih sering tersedia di industri serta apa pun juga sekarang ini. Untuk mengisi waktu luangku, aku menolong pekerjaan diTempat Tinggal, disebabkan tanteku juga kerja. PRT di Tempat Tinggal itu cuma dateng 2 hari sekali mengingat gak banyak pekerjaan
yang harus dikerjakan. Karenanya aku menolong melakukan pekerjaan diTempat Tinggal pada waktu PRT tidak dateng. Omku itu dah 40an, sesungguhnya tanteku itu istri ke-2nya. Si om dah cere istri awalannya dan anaknya semata wayang dibawa oleh istrinya. Aku suka melihat omku itu, orangnya keren, atletis lagi badannya disebabkan dia rajin berfitness ria si tante seminggu sekali. Aku diajak juga untuk fitness,
ya aku ikut aja, namanya juga dibayarin kan. Si om senantiasa berbinar2 melihat aku pada waktu itu memakai pakaian olah raga yang minim dan terbuka. Tanteku itu jauh lebih muda dari omku, katanya sih beda umurnya ada 15 tahun, rupanya si om seneng daun muda ya. Aku mo manggilnya teteh gak enak, takut dikatakanin kurang ajar. Mereka juga belon punya anak, kayanya si om gak mo cepet2 punya anak dari istri barunya itu.

yang bikin aku kaget, rupanya si om doyan banget ngesex, kayanya ampir tiap malem dai membuatnya tanteku. Memang si disebabkan tanteku muda, seksi, cantik, bodinya pastinya merangsang si om untuk ngen totin dia tiap malem. Aku taunya perihal tersebut pada waktu itu aku terbangun malem2. disebabkan pengen kencing, Karenanya aku keluar kamar ke wc. Kembalinya dari wc, mata yang tetap mengantuk, aku melewati kamar mereka. Terdengar erangan dan lenguhan si tante, “Maas, terus mas, yang keras mas, ngenjotnya, enak maas”, dan erangan dan lenguhan berahi setype inilah. Aku jadi hilang ngantuknya, dan nguping erangan erotis si tante,
efeknya amat fatal bagiku, aku jadi bertanduk (horn kan tanduk, jadi horny kan bermakna bertanduk dong). Cukup lama aku nguping erangan si tante, kayanya si om kuat juga disebabkan erangan si tante gak reda2 tapi justru menjadi2. Aku gak tahan lagi tanduk yang timbul, aku balik ke kamar. langsung aku melepas seluruh yang melekat dibadanku, ngangkang di ranjang aku nulai meremas2 toketku, pentil kuplintir2 dan tangan satunya menggosok2 memekku, it il kusentil2 sendiri. Aku
jadi membuat erangan saking nikmatnya, cukup lama aku membuat erangan2 pada waktu itu ngilik2 badanku sendiri, hingga selanjutnya aku berteriak disebabkan nyampe. Masa bodo lah si om denger gak aku membuat erangan dan berteriak disebabkan kesenangan. Memang sih, dikota asalku, aku dah sering dien tot ma cowokku, aku senantiasa mendapat kesenangan dari cowokku. Sejak tinggal si om, pastinya aku gak bisa merasakan kesenangan dari cowokku, sehingga wujudnya rangsangan nada/suara erotis, napsuku langsung aja meningkat drastis. sesudah aku menggapai k5xku, aku
tertidur dalam situasi telanjang bulet.

Besoknya aku bangun jadi kesiangan, nasib baik PRT gak dateng hari itu. pada waktu itu aku keluar kamar, Tempat Tinggal dah spi, Kayanya om dan tante dah pergi kerja. Aku balik lagi ke kamar, aku pengen ngilik bodiku lagi. disebabkan merasa sendirian di Tempat Tinggal, pintu kamar kubiarkan saja terbuka. Aku melepaskan seluruh pakaianku dan ritual semalem kuulangi lagi sembari memikirkan si om lagi ngen totin aku. Napsuku lebih berkobar fantasi erotis yang sedang aku lakukan, erangan dan lenguhan gak kutahan lagi, toh gak ada yang akan denger, pikirku. Ditengah aku sedang nikmati kilikan ku sendiri dan sembari melenguh ria dangan mata terpejam, aku kaget disebabkan pada waktu itu aku membongkar mata, kulihat si om tersenyum sedang berdiri memandangiku diDibagian ranjangku. Tanganku reflex menututpi toket
dan memekku, tapi si om rupanya dah lama juga memandangi aku telanjang gitu. Dia duduk diDibagianku. “Napa Din, kamu lagi horny ya. Bodi kamu merangsang sekali Din. Sejak kamu dateng pertama kali, aku dah napsu liat bodi kamu. Kalo liat kamu pakai pakaian fitness palagi. sekarang ini baru aku bisa liat langsung bodi mulus kamu telanjang”. Aku terdiam saja. Si om menarik tanganku dari toketku dan mulai menyentuh2 pentilku.”Din, kamu pengen ya, Aku juga pengen kok ngelakuin ma kamu”. sesungguhnya semalem dia baru menggarap si tante abis2an. “Mangnya om gak kerja ya, tante kemana?” “Aku off sekarang ini, tadi keluar bentar nganter tante kerja. Mau ya Din ngen tot ma aku”, katanya to the point. “Mangnya kamu dah sering dien tot ya dikota asalmu”. “Dah om”. “Ma siapa, ma om2 juga?”. “enggak om, ma cowok Dina”. “Sekarang kamu horni berat ya disebabkan dah lama gak dien tot”. “iya om, palagi semalem Dina denger tante nelengiuh keenakan
dien tot ma om, jadi pengen dah”. “Mangnya semalem belon ngilik ndiri”. “Udah sih om, tapi disebabkan Dina pikir om dan tante pergi, jadi pengen ngelakuin lagi”. “Ya udah ngelakuinnya ma aku aja ya”.

Dia berbaring diDibagianku, tetap memakai bajunya. dia lantas menarik tubuhku merapat ke tubuhnya. tangannya mengusap2 pahaku. “Kamu cantik sekali, Din”, katanya. Tangannya pidah ke bukit no nokku mempermainkan jembutku yang lebat. Dia bisa melakukan itu disebabkan aku mengangkangkan pahaku. Tangannya terus menjalar ke atas ke pinggangku. “Geli om”, kataku pada waktu itu tangannya menggelitiki pinggangku. Aku menggeliat2 jadinya. langsung tangannya meremes2 toketku.”Toket kamu besar ya Din, kenceng lagi”, katanya. “Om suka kan”, jawabku.
“Ya Din, aku suka sekali setiap inci dari tubuhmu”, jawabnya sembari terus meremes2 toketku. Dia lantas mengecup bibirku. situasi menjadi tambah parah buatku disebabkan yang dia cium lantas ialah kuping dan leherku. berlama-lama lagi. Padaperihal tersebut terhitung wilayah peka. perihal tersebut bikin aku mulai ser-seran. tangannya mulai turun ke dada dari bahuku. Tangannya lihai banget, putaran-putaran jarinya mampu bikin aku sesak disebabkan toketku langsung menjadi keras. Tangannya terus aktif, sehingga selanjutnya pentilku menjadi keras banget. Bibirnya yang bermain dileherku, mulai turun ke bahu, tapi dia nggak langsung mencaplok pentil aku yang
keras, disengol-sengol dulu sama hidungnya. Napasnya yang hangat aja sudah berhasil bikin pentilku makin keras. Terus dia ciumin pelan pelan toketku, mula-mula bagian bawah terus melingkar sehingga nyaris seluruh bagian toketku dicium lembut olehnya.

Belum puas menggoda aku, lidahnya lantas mulai menari-nari diatas toketku. Aku tak tahan dan mulai melakukan desahan. selanjutnya lidahnya mulai menyapu sekitar pentilku dan selanjutnya pentilku tersapu lidahnya. perlahan mula mula, makin lama makin sering dan selanjutnya pentilku dikulumnya. pada waktu itu aku merasa nikmat dia melepaskannya. dan lantas mulai mengecup dari bagian tepi lagi, perlahan mendaki ke atas dan kembali ditangkapnya pentilku. kini pentilku digigit perlahan tatkala lidahnya melakukan putaran putar menyapu pentil itu. Sensasi yang ditimbulkan luar biasa, seluruh kemauanku yang kupendam selama ini serasa terpancing keluar dan berontak untuk langsung dipuasi. Melihat aku melakukan desahan dia
makin seru. Di Samping menggigit-gigit kecil pentilku sembari lidahnya menyapu-nyapu, tangannya mulai bermain di lututku dan pahaku. aku makin merinding menahan nikmat. lihai tangannya mulai mendaki dan kini berada diselangkanganku. lembut dia mengusap-usap pangkal pahaku di kerimbunan jembutku. “Ni jembut lebat banget Din, gak heran napsu kamu besar gitu. Pasti kamu gak puas kalo dien tot cuma seronde ya Din”. “He eh”, cuma itu yang keluar dari mulutku. Usapannya membuat timbul sensasi dan nikmat yang luar biasa. Aku tak dapat tenang lagi, sebentar bentar menggeliat. Aku sudah tak dapat lagi berbuat untuk tidak menampakkan kesenangan yang kualami.

Jarinya yang besar itu selanjutnya masuk secara diam-diam dikerimbunan jembutku dan langsung mendapatkan it ilku. gemulai dia memainkan jarinya
sehingga aku melenguh kesenangan. Jarinya lembut menyentuh it ilku dan
gerakannya memutar bikin tubuhkupun serasa melakukan putaran-putar. selanjutnya pertahananku jebol, cairan kental mulai mengalir keluar di no nokku. dan dia tahu persis sehingga dia mengintensifkan terjangan gempurannya. selanjutnya puncak itu datang, kepeluk kepalanya erat dan kuhujamkan bibirku ke bibirnya dan tubuhku lakukan getaran. Dia sabar tetap mengelus it ilku, bikinku lakukan getaran-getar seolah tak tidak melakukan suatu gerakan atau diam. Lubang no nokku yang basah difungsikan denga baik olehnya.
tatkala jari jempolnya tetap memainkan it ilku, jari tengahnya mengorek-ngorek no nokku mensimulasi apa yang bisa dikerjakan lelaki kepada wanita. Aku megap-megap dibikinnya. Entah berapa lama dia bikinku layaknya itu dan sudah beberapa kali saya alami orgasme, tapi tak ada tanda-tanda bagaimana dia akan menamatkan permainan ini.

selanjutnya aku yang mengawali, tanganku meraba-raba selangkangannya. disana jemariku mendapatkan gundukan yang mulai menjadi keras. seperti itu tersapu oleh belaianku, gundukan itu berpindah tempat menjadi menjadi keras. Diapun langsung melepaskan seluruh yang melekat dibadannya. Aku terkejut melihat kon tolnya, sungguh perkasa, besar, panjang dan bengkung keatas disebabkan sudah ngaceng kerasnya. langsung dia berbaring lagi diDibagianku. Entah mengapa aku jadi gembira menggodanya, jariku terus lakukan belaani turun naik sepanjang kon tolnya yang luar biasa ukurannya. perlahan kon tolnya bertambah panjang dan besar membuat timbul getaran-getaran yang bikinku kembali menggapai orgasme. pada waktu itu orgasme tanganku tak sengaja meremas-remas bola-bolanya sehingga dia pun terangsang. sembari mengecup daun telingaku dia berbisik, “maen yuk Din”. Aku tak
tau harus bagaimana dan berbasickaninya saja pada waktu itu dia mengecup bibirku lembut, ini bikin tubuhku bertambah lunglai. Kembali bibirnya melumat bibirku cukup lama dan dalam. Dia mengecup ngecup bibir bawah dan atasku bertukaran. Aku berdesah kecil pada waktu itu tangannya memeluk pinggangku dan menarik tubuhku makin merapat ketubuhnya. Bibirnya perlahan mengecup bibirku, lidahnya merambat diantara dua bibirku yang tanpa sadar merekah memapaknya. Lidah itu seperti itu lihai bermain diantara ke-2 bibirku mengorek-ngorek lidahku untuk keluar. Sapuan
lidahnya membuat timbul sensasi-sensasi nikmat, sehingga perlahan lidahku ikuti gerakan lidahnya melacak dan ikuti kemana lidahnya pergi. Dan pada waktu itu lidahku menjulur memasuki mulutnya sigap dia mengulumnya lembut, dan menjepit lidahku diantara lidah dan langit-langit. Tubuhku menggeliat menahan nikmat yang timbul. Sorotoan matanya yang tajam menyapu bagian-bagian tubuhku perlahan. melihat matanya agak lama tidak melakukan suatu gerakan atau diam pada toketku yang membusung.
Tatapan matanya cukup bikin tubuhku hangat, dan dalam hati kecilku ada perasaan gembira dan bangga dipandangi lelaki tatapan penuh kekaguman. Dia kembali merangkul pinggangku yang ramping dan menariknya merapat ketubuhnya. Tanganku terkulai lemas pada waktu itu sembari memelukku dia mengecup bagian-bagian leherku sembari tak henti-hentinya membisikan pujian-pujian akan kecantikan bagian-bagian tubuhku. selanjutnya kecupannya hingga di wilayah telingaku dan lidahnya lembut menyapu bagian belakang telingaku. Aku menggeliat, tubuhku lakukan getaran sedikit dan rintihan kecil lepas dari ke-2 bibirku. Dia telah lakukan serangan salah satu wilayah pekaku, dan dia tau itu sehingga perihal tersebut
dikerjakannya berulang-kali. amat menakjubkan dia berbisik bahwa dia ingin membuat habis sekarang ini bercinta ku, lantas bibirnya kembali menyapu bagian belakang telingaku hingga pangkal leherku. Aku tak sanggup memberikan jawaban, tubuhku terasa ringan, tanpa sadar tanganku kulingkarkan di lehernya.

lantas dia membungkuk sehingga tanganku terlepas dari lehernya. Dia mulai mengecupi ujung-ujung jari kakiku. Aku menjerit kegelian dan berusaha, menyetop, akan tetapi dia memohon agar dia dapat membuatnya bebas. disebabkan penasaran sensasi yang ditimbulkan. selanjutnya aku biarkan dia mengecupi, melakukan jilatan dan mengulum jari-jari kakiku. Aku merasa geli, tersanjung dan sekalian terpancing untuk terus melanjutkan kesenangan ini. Bibirnya kini tengah sibuk di betisku yang berbasickan dia amat indah itu. Mataku terbelalak pada waktu itu kurasakan perlahan tapi pasti bibirnya makin bergerak keatas menyusuri paha bagian dalam ku. Rasa geli dan nikmat yang ditimbulkan bikin aku lupa diri dan tanpa sadar
perlahan pahaku terbuka. Dia amat gampang memposisikan tubuhnya diantara ke-2 pahaku. Pertahananku betul-betul runtuh pada waktu itu dia menyapu-nyapukan lidahnya dipangkal pahaku. Aku berteriak tertahan pada waktu itu dia mendaratkan bibirnya diatas gundukan no nokku. dia terus melumat gundukan tersebut bibirnya layaknya dia sedang mengecupku. Aku berulang-kali menjerit nikmat, dan getaran-getaran orgasme mulai bergulung-gulung, tanganku meremas-remas apa saja yang ditemuinya, sprei, bantal dan bahkan rambut dia, tubuhku tidak dapat diam
lakukan getaran, menggeliat, dan gelisah, mulutku mendesis tak sengaja, pinggulku meliuk-liuk erotis reflek dan beberapa kali terangkat ikuti gerakan kepala dia. Untuk kesekian kalinya pinggulku terangkat cukup tinggi. perlahan lidah dia menyentuh belahannya, aku menjerit tak tertahan dan pada waktu itu lidah itu bergerak turun naik di belahan no nokku, puncak orgasme tak tertahankan. Tanganku memegang dan meremas rambutnya, tubuhku lakukan getaran-getar dan melonjak-lonjak. dia tetap bertahan pada posisinya, sehingga lidahnya tetap bisa menggelitik it ilku, pada waktu itu puncak itu datang. Aku merasa dinding-dinding no nokku mulai lembab, dan perjanjiansi-perjanjiansi khas pada lorong mulai terasa. lorong no
nokku refleks akan bikin gerakan-gerakan perjanjiansi, yang bisa bikin cowokku tidak dapat bertahan lebih lama lagi. dia Rupanya dapat melihat perjanjiansi-perjanjiansi itu, sehingga bikin bertambah nafsu. Kini lidah nya semakin ganas dan liar menyapu habis wilayah selangkanganku, bibirnya ikut mengecup dan bahkan bagian cairanku yang mulai mengalir disedot habis olehnya. Nafasnya mulai memburu. Aku tak lagi bisa menghitung berapa kali aku menggapai puncak orgasme. Jauh lebih nikmat dari semalem di mana aku ngilik2 diriku sendiri.

dia lantas bangkit, beberapa waktu lantas aku merasa kon tol hangat yang amat besar mulai menyentuh-nyentuh selangkanganku yang basah. dia membongkar kakiku lebih lebar, dan membidikkan kepala kon tolnya ke bibir no nokku. walaupun tak nampak olehku, aku bisa merasakan betapa keras dan besarnya kon tolnya. Dia mempermainkan kepala kon tolnya di bibir no nokku di gerakan keatas ke bawah lembut, untuk membasahinya. Tubuhku layaknya tak sabar menanti tindakan yang selanjutnya. lantas gerakan itu tidak melakukan suatu gerakan atau diam. Dan akau merasa sesuatu yang hangat mulai mencari jalan lakukan trobosan lubang no nokku yang sempit. Tetapi disebabkan no nokku sudah cukup basah, kepala kon tol itu perlahan tapi pasti terbenam, makin lama-makin dalam. Aku merintih panjang pada waktu itu dia membenamkan seluruh batang kon tolnya. Aku merasa sesak, tetapi sekalian nikmat luar biasa, seakan seluruh wilayah sensistif dalam no nokku tersentuh. Batang kon tolnya yang keras dan padat itu disambut oleh kehangatan dinding no nokku. Cairan-cairan pelumas mengalir dari dinding-dindingnya dan gerakan perjanjiansi mulai lakukan denyutan, bikin dia membiarkan kon tolnya terbenam agak lama merasakan kesenangan denyutan no nokku. lantas dia mulai menariknya keluar perlahan-lahan dan menyorongnya lagi, makin lama makin cepat. Sorongan-Sorongan yang seperti itu kuat dan buas bikin gelombang orgasme kembali membumbung, dinding no nokku kembali lakukan denyutan, gabungan gerakan ini gerakan maju mundur bikin batang kon tolnya seolah-olah
diurut, kesenangan tidak dapat disembunyikan oleh dia, gerakannya semakin liar, mukanya menegang, dan keringat menetes dari dahinya. Melihat Perihal ini, timbul kemauanku untuk menjadikannya menggapai nikmat. Pinggulku kuangkat sedikit dan lantas bikin gerakan memutar manakala dia melakukan gerak menikam. dia Rupanya belum terbiasa gerakan dangdut ini, mimik mukanya bertambah lucu menahan nikmat, batang kon tolnya bertambah besar dan keras, ayunan pinggulnya bertambah cepat tetapi tetap lembut. selanjutnya pertahanannya bobol, kon tolnya memukul keras dalam no nokku, tubuhnya ambruk menindihku, tubuhnya lakukan getaran dan mengejang pada waktu itu pejunya menyemprot keluar dalam no nokku berkali
-kali. Akupun melenguh panjang pada waktu itu untuk kesekian kalinya puncak orgasmeku tercapai. manakala dia membiarkan kon tolnya di dalamku hingga nafasnya kembali teratur. Tubuhku sendiri lemas luar biasa, akan tetapi harus kuakui kesenangan yang kuperoleh amat luar biasa. Kami lantas terlelap kecapean sesudah mereguk nikmat.

pada waktu itu aku terbangun hari udah tengah hari, dia sedang tersenyum memandangiku. “Kamu cantik sekali deh Din, mana seksi lagi. aku pengen lagi Din. Mau ya”.”Tante kan juga cantik, seksi lagi. Om kan tiap malem ngen totin tante”, “Ya bedalah ma kamu, kamu kan tetap abege”. lantas dia mengecupku, aku memapak ciumannya napsu juga, bukan cuma bibir yang main, lidah dan ludah pun saling belit dan campur baur liarnya. Dibagian kakiku ngelingker di pinggulnya supaya lebih mepet lagi. Tangannya mulai main, menjalari pahaku. Tangannya terus menjalar hingga menyentuh celah di pangkal pahaku. no nokku
digelitik-gelitik. Aku menggelepar merasakan jari-jarinya yang nakal. Bibir kulepas dari bibirnya. “Hmmhhh…enak, gila.” jeritku. jari-jarinya tambah nakal, menikam lubang no nokku yang sudah berlendir dan mengocoknya. Dia kembali mengecupku. Aku melayanin ciumannya. Dia menindih badanku sembari mengecupku. Lidah ketemu lidah, membelit, dan saling melakukan jilatan. Aku menggumam gumam kesenangan, sembari berciuman dia menggoyang
-goyang pinggulnya hingga kon tolnya yang telah ngaceng lagi terasa kena di no nokku. Bosen ciuman, bibir dan lidahnya menjalar ke kuping leher bahu, ketiak, terus ke toketku. Dia gemes banget ngeliat pentilku yang agak coklak dan menjadi naik ke atas itu. Dia melakukan jilatan pentilku rakus hingga Aku ngerasa geli. Pentil Dibagian kanan digigitnya lembut, lidahnya menggelitik pentilku di sela-sela gigi depannya, tatkala toket Dibagian kiriku di remas-remas. Tubuhku menggeliat disebabkan geli dan nikmat. sesudah beberapa waktu di permainkan, toketku terasa
menjadi keras dan pentilnya tegak. Lendir no nokku mengalir dan terasa basah di perutku. “Om, gantian Dina yang ngemut kon tol om ya”, kataku sembari
menelentangkan badannya diranjang.

Aku mulai beraksi. Kupegang kon tolnya ke5 jariku. Kukocok-kocok batangnya perlahan. Dia menggumam pelan, “Enak Din, terus..” Lidahku mulai merambat ke kepala kon tolnya, kujilati cairan yang
mulai nampak di lubang kencingnya. Lalu lidahku membuat geser ke batangnya,
lakukan test perinci tiap jenjang kon tolnya. Tangan kiriku mengelu-mengelus biji pelernya. “Din…” gumamnya pelan. “enak banget, geli-geli nikmat”. Aku cuma tersenyum ngeliat dia merem-melek kayak gitu. Terus aku membongkar mulutku dan menjejalkan kon tolnya masuk didalam mulutku. kon tolnya kuisep kenceng-kenceng, lalu mulut kukocok kon tolnya turun naik, “uuuuggggghhhh…sedap .enak…mmmmhhhh…”, erangnya.

Aku lalu merubah posisiku untuk melakukan 69. aku diatasnya dan menyorongkan pantatku ke mukanya. Dia nggak nunggu 2 x 1, langsung aja dia melakukan jilatani no nokku yang berlendir dan merekah merah itu. Bibirnya menyedot lubang no nokku, melakukan hisapan lendirnya. Lidahnya dimasukin didalam lubang no nokku, melakukan jilatani dinding-dinding basah, tatkala jari nya mempermainkan it ilku. Aku membuat erangan-ngerang kon tolnya di mulutku, mengucapkan kesenangan. Lendir dari no nokku membajir membasahi mukanya.

Aku melepaskan kon tolnya dari mulutku dan memohon dia menyodok aku dari belakang. Waktu kon tolnya masuk, aku cuma merintih pelan. kon tolnya dienjotkan keluar masuk kencang, aku cuma bisa mengejang menahan nikmat. Tangannya ikut nimbrung merangsang it ilku. Kocokan kon tol di no nokku dan kilikan jarinya di it ilku bikin aku membuat erangan dan menjerit-jerit kesenangan. Sudah 2 x 1 no nokku berperjanjiansi disebabkan aku nyampe, tapi dia terus mengocok kon tolnya
keluar masuk hingga aku lemes. Cairan no nokku membecek, meleleh turun ke paha. sesudah aku nyampe yang ke empat kali di ronde ke dua itu, dia selanjutnya ngecret lagi.”Om, nikmat banget deh, lebih nikmat dari yang tadi, Dina sampe berkali2 nyampe baru om ngecret”, lenguhku lemes. Dia melakukan cabutan kon tolnya dari no nokku. Aku langsung ke kamar mandi untuk melakuakan pembersihan diri, dia ikuti dari belakang. Dikamar mandi Dia memelukku, “Terima kasih ya Din, kamu asik banget dien totnya, empotan memek kamu luar biasa deh. Aku amat menantikan peluang layaknya ini lagi agar kita bisa mengulangi kesenangan ini”. Sejak waktu itu, dia senantiasa melacak peluang Untuk dapat mengen toti aku, istrinya ya tetep aja
dien totin juga. Kayanya aku dijadikan istri brikutnya deh, tapi yang gak resmi. Gak apa, yang mutlak kan aku senantiasa terpenuhi keperluan sexku, berlebihan lagi dia mencukupinya.

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website