Home » Cerita Dewasa » elaki yang Kemaluannya Besar

Selayak seorang gadis 21 tahun yg sedang mekar-mekarnya, kehidupan Monic, mahasiswi sastra inggris semester 5 di Universitas ****** dipenuhi keceriaan, hari-harinya dilalui dgn belajar dari kampus, dugem, ngerumpi bareng kawan-kawan, shopping, pacaran, dan kegiatan-kegiatan gadis belajar dari kampusan pada umumnya. Anak tunggal seorang pemilik pabrik camilan ternama, dia jg diberi anugerah muka yg cantik dan tubuh jangkung yg indah serta kulit yg putih bersih, rambutnya coklat sebahu lebih dan ujungnya agak bergelombang. Monic jg amat menjaga bentuk rupanya dgn fitness, spa, dan ke salon teratur, dia memang ingin senantiasa terlihat cantik di depan Frans, pacarnya sehingga banyak cowok lain sirik dgn Frans pada waktu itu sedang jalan bareng.

Cerita sex paling baru atau bisa dikatakan baru saja dibuat, Terlepas dari itu seluruh, Monic jg mempunyai perangai jelek, Selayak seorang anak tunggal Famili kaya yg hidup serba berkecukupan seringkali dia memandang rendah orang yg lebih rendah kedudukannya, salah satunya yg sering kena marah olehnya ialah Agus, sopir yg Mempunyai Tugas mengantar-jemputnya. Pernah sekali waktu dia telat menjemput disebabkan jalan Mogok akibat ada demo, sehingganya disana Monic menyemprotnya habis-habisan dgn judesnya di lapangan parkir hingga terlihat beberapa orang lewat dan satpam disana.

Sungguh pedih hati sopir itu direndahkan di depan umum oleh nona Atasan atau bisa dikatakan bos utamanya, dia sdh lama bersabar menjumpai keangkuhan gadis ini, kini dia sdh tdk tahan lagi dan berpikir akan melakukan pengunduran diri saja, tp sebelum mundur sesuatu peluang emas utk memberi ‘pelajaran’ pada nona Atasan atau bisa dikatakan bos utamanya yg sombong itu mengnyarisinya lewat obrolan dgn Yono, si penjaga universitas bejat yg hobi melakukan pemerkosaan korbannya lewat photo-photo membuat malu yg diambil dgn cameraphone hasil temuannya.

Cerita dewasa paling baru atau bisa dikatakan baru saja dibuat, Mimpi jelek Monic berawal pada waktu itu suatu hari sesudah bermain basket di bangsal universitas, dia kawan-kawannya menuju toilet di sana utk ganti baju. Dia memasuki toilet ke-2 dari ujung yg terbukti ialah sesuatu pilihan fatal, disebabkan di Dibagiannya Yono telah lama menanti mangsa yg masuk kesana selama nyaris setengah jam.

Cerita mesum paling baru atau bisa dikatakan baru saja dibuat, Dgn sabarnya dia menanti dan melihat situasi melewati celah di pintu. Memang yg memasuki toilet Dibagiannya bukan cuma Monic, yg terlebih dahulu saat ini sudah ada beberapa orang masuk ke sana, akan tetapi waktu itu di depan toilet jg tetap banyak orang, sehingga kalau Yono mengulurkan tangannya melewati tembok pembatas yg bagian atasnya terbuka utk membidikkan cameraphonenya tentu akan ketahuan oleh orang dari luar.

Diapun sempat melihat tubuh-tubuh mulus mereka yg ganti baju di luar toilet, tp utk melakukan pengambilan gambarnya susah, risiko utk ketahuan terlalu besar dan pada waktu itu dia coba memotret dari celah pintu yg sempit itu hasilnya tdk maksimum, maka dia mengambil ketetapan menanti orang memasuki toilet Dibagian pada waktu itu situasi di luarnya sdh sepi, sembari mengharapkan orang itu cantik.

Kesalahan Monic ialah dia memasuki toilet waktu orang lain banyak yg sdh keluar, disebabkan yg terlebih dahulu dia ke kantin dulu membeli minum dan duduk sebentar merenggangkan otot. pada waktu itu dia memasuki toilet, dua kawannya yg tetap disanapun sdh nyaris selesai, Yono tersenyum kegirangan seperti itu dipandangnya ke-2 orang itupun selanjutnya keluar jg.

“Yuk, Nic…kita duluan yah !” seru salah satunya sembari membongkar pintu keluar
“iya-iya, see you, duluan aja gih !” balasnya dari dalam

Monic melepaskan bajunya yg berkeringat dan disusul celana olah raganya an dgn celana dalamnya, cuma dgn memakai bra pink dia duduk di kloset utk buang air kecil. Dia tdk menyadari diatasnya Yono dgn hati-hati mengintipnya sembari menyutingnya dgn kameraphone. Tiga menit saja, video klip yg terekam cukup jelas menunjukkan muka, tubuh, dan adegan buang air kecilnya. Sebelum gadis itu keluar, Yono cepat-cepat turun dari pijakannya lalu keluar dari toilet itu dgn hati-hati.

Hari itu tetap sekitar jam dua siang dan tetap banyak tugas yg harus diakhiri Yono, terlebih disebabkan sempat tertunda pada waktu itu menanti mangsa di toilet itu. Maka niat jeleknya tambah baik dibatalkannya daripada membuatnya dgn diburu-buru pekerjaan, lagipula rekaman tiga menitan itu sdh menjadikan gadis itu sdh dalam genggamannya, disamping itu jg dia mengetahui sopir yg mengantar jemputnya yg sering bercakap-cakap di waktu senggang. nasib baik baru-baru ini dia mendengar keluhan Agus, si sopir itu tentang anak gadis Atasan atau bisa dikatakan bos utamanya dan mempunyai sebuah ide untuk melakukan pengunduran diri melacak kerja lain. Yono sendiri pernah mendapat perlakuan tdk enak dari gadis itu satu tahun yg terlebih dahulu.

waktu itu Monic sedang terburu-buru menuruni tangga, disebabkan memakai sepatu sol tinggi dan tdk hati-hati dia Tergelincir jatuh, jatuhnya tdk tinggi sehingga tdk beresiko, tp disebabkan waktu itu dia memakai rok diatas lutut sudah pasti paha mulus dan celana dalamnya sempat tersingkap. Yono, yg waktu itu sedang menyapu dekat tangga itu mengambil yang adai tasnya dan menolongnya bangkit, akan tetapi Monic justru membalasnya dgn cacian kasar

“Tua bangka, lepasin tangan lo, mau cari peluang yah pegang-pegang !” katanya dgn sengit menangkal tangan Yono “Emang sy ga tau apa daritadi mata lu ngeliat kemana aja ? lu pikir siapa lu, basic kampungan ga tau diri !” bentak Monic sembari berlalu darinya, tangannya tetap memegangi pantatnya yg kesakitan.

Yono cuma tertunduk terima penghinaan itu tanpa sempat memberi penjelasan, walaupun ada rasa marah tp dia mencari jalan memendamnya mengingat usacuma merubah diri, akan tetapi seperti itu mendapatkan cameraphone itu niat jahat dan nafsu balas dendamnya bangkit kembali dan menghantui universitas itu.

Hari itu, Monic sedang di perpustakaan melacak buku utk tugas pada waktu itu sesuatu MMS masuk ke ponselnya. Dibukanya pesan dgn nomor tak dikenal itu. mukanya langsung pucat dgn mulut ternganga, jantungnya seakan tidak melakukan suatu gerakan atau diam lakukan detakan sehingga buku yg dipegangnya jatuh terlepas dari genggamannya seperti itu melihat rekaman yg menunjukkan dirinya sedang ganti baju dan buang air kecil di toilet, di bawahnya jg ada pesan :

“kalau tdk mau ini tersebar, sy tunggu di gedung kesenian ruang F-307 jam empat sekarang ini”
“Nic, mengapa lu ? ga enak badan ?” tanya kawannya yg sedang melacak buku tdk jauh darinya.
“Ohh…ngga-ga papah kok, cuma buku jatuh aja ehehhe !” Monic membuat supaya tidak nampak kekagetannya dgn tawa dipaksa.

sesudah itu buru-buru dia keluar dari perpustakaan melacak tempat sepi utk menelepon nomor itu.

“Hehehe, udah diterima pesannya Non ? bagus kan ?” kata nada/suara berat diseberang sana seperti itu ponsel diangkat.
“Heh, kurang ajar lu yah, siapa lu sebenernya hah !” nada/suaranya menjadi tinggi menahan amarah dalam dwujudnya.
“Udah gak sabar yah Non, tunggu aja nanti sore, kita bakal mengulas penawaran menarik buat film Non itu !” jawab Yono dgn kalem
“Bajingan, lu emang setan, jangan macem-macem yah sama gw !” Monic seperti itu marah dan frustasinya hingga mau nangis.
“Udahlah Non, capek marah-marah gitu, paling utamanya sy tunggu nanti di F-307, sy sekarang tetap banyak kerjaan, dan satu lagi, pastikan jangan ada orang lain yg tahu kalau ga mau dapat susah !” selesai berkata Yono menutup ponselnya.

sesungguhnya jam tiga kurangpun dia sdh tdk ada belajar dari kampus lagi. sesudah menyuruh Agus yg telah menjemputnya utk menanti dia pergi ke kantin utk menanti waktu yg ditentukan. Matanya tertuju ke novel yg dibawanya tetapi pikirannya tdk di sana, yg ada di pikirannya ialah bayangan mengerikan tentang apa yg diinginkan pengintip misterius itu pada dirinya dan bagaimana kalau rekaman itu tersebar. Saking stressnya, tanpa terasa dua batang rokok telah dihabiskannya.

Datang-Datang ponselnya berbunyi, pengintip misterius itu menghubunginya.

“Udah keluar yah Non, kalo gitu sekarang aja ke atas aja supaya lebih cepat beres, sy sdh nunggu disini jg kok”

Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Monic langsung mematikan ponselnya dan berpindah tempat ke tempat yg ditentukan. Lantai itu memang sdh sepi, pada waktu itu naik tangga saja dia cuma berpapasan dgn dua orang tenaga kerja tata usaha fakultas yg baru selesai kerja. Semakin langkahnya mendekati ruang itu, semakin berdebar pula jantungnya.

“Halo Non Monic, datang jg selanjutnya !” sapa Yono seperti itu Monic memasuki pintu yg setengah terbuka itu.
”Mungkin Non lagi nyari orang yg merekam ini ya ?” tanyanya sembari tunjukkan cameraphonenya.

Monic melihat dalam layar kecil itu di mana dirinya sedang ganti baju lalu buang air kecil, mukanya kontan memerah disebabkan marah dan malu.

“Bajingan, serahkan barang itu !” Monic berteriak sembari merangsek ke depan.

Dia berusaha, merebut cameraphone itu, tp pria setengah baya itu lebih sigap dan tenaganya semakin besar. Dgn mudah didorongnya gadis itu hingga tersungkur di lantai. sembari menyeringai matanya memandang tajam tubuh Monic yg terbungkus baju biru bermotif bunga tanpa lengan, rok putihnya yg mini sedikit tersingkap menunjukkan pacuma yg panjang dan mulus.

“Mau apa kamu bangsat, jangan mendekat, pergi !” Monic membuat geser-geser tubuhnya menjauh dari Yono yg mendekatinya, dalam kepanikannya dia tdk sadar bahwa roknya semakin tersingkap dan celana dalamnya pun sempat terlihat.
“Tenang Non, jangan takut, bapak ga bakal nyakitin Non kok, justru ngasih Non kesenangan yg luar biasa !” katanya sembari cengengesan.

Baru pernah seumur hidupnya Monic mendengar perkataan yg amat menjadi rendahkannya itu, omongannya betul-betul rendah dan menjijikkan menyebabkan bulu kuduknya merinding ketakutan. Susah payah selanjutnya dia bisa bangkit kembali dan berusaha, menggapai pintu, akan tetapi pada waktu itu sdh dekat pintu itu membongkar, Agus, sopirnya nampak di depan pintu.
“Bang Agus, tolong Bang…ada orang gila !” katanya terbata-bata disebabkan tetap gemetar.

akan tetapi kelegaannya cuma sebentar saja, disebabkan Agus justru menyorongnya ke arah Yono yg dgn sigap menangkap tubuhnya, pada waktu itu dia mau menjerit, tangan kokoh Yono langsung membungkam mulutnya tatkala tangan satunya mengunci ke-2 pergelangannya yg telah ditelikung ke belakang. Agus membuat geser meja dosen utk mengganjal pintu, sesudahnya dia mulai mengnyarisi nona Atasan atau bisa dikatakan bos utamanya itu.

“tambah baik Non tidak melakukan suatu gerakan atau diam ngelawan, inget Non kesini buat apa ? Non pengen rekaman ini diliat orang lain ? di mana nanti mukanya mau ditaruh Non ?” ancam Yono sembari tetap membekap mulut Monic “Coba aja kabur atau teriak, rekaman ini bakal tersebar, tinggal kirim ke sembarang nomor di HP ini !”

Monic tdk tahu harus berbuat apa lagi dalam situasi layaknya itu. Ketakutan akan dicelakai dan rekamannya tersebar bikin rontaannya menjadi kurang dan pasrah pada nasibnya.

“Binatang lu, tega-teganya berbuat gini ke gw, kacung ga tau diuntung !” maki Monic pada Agus dgn tatapan penuh perselisihan.
“Hehehe, udah gini tetap bisa galak jg Non !” Agus terkekeh sembari mengelus pipi Atasan atau bisa dikatakan bos utamanya “denger yah, sy jg udah ga tahan kerja buat cewek sombong kaya Non ini, besok sy jg mau keluar kok, tp sebelum keluar sy mau ngasih Non kenangan manis dulu dong !”

mukanya makin pucat mendengar perkataan itu, dia sadar sdh tdk bisa berbuat apa-apa lagi, dia sdh dalam cengkeraman mereka. Keangkuhannya runtuh sepada waktu itu itu jg, dwujudnya sesak dipenuhi emosi disebabkan dikhianati, direndahkan dan diancam.

Cerita Sex Hot paling baru atau bisa dikatakan baru saja dibuat Penjaga universitas Bejat

Tatapan mata Agus yg penuh nafsu binatang itu bikin nyalinya ciut sehingga memalingkan muka tak berani menatapnya, mukanya jadi memelas memohon belas kasih. Datang-Datang dirasakan darahnya berdesir pada waktu itu Agus menggeraygi pacuma yg jenjang.

“Udah daridulu gw pengen megang nih paha, selanjutnya bisa jg sekarang, gile mulusnya!” sarannya

Tangan Agus meraba makin naik hingga menyingkap roknya dan meremasi bongkahan pantatnya, tatkala dari belakang Yono meremas buah dada kirinya. Air mata Monic pun mengalir dan memohon-mohon minta dilepaskan.

“Jangan, jangan perkosa sy, ampun !” katanya terisak
“Santai Non, nanti jg enak kok” sahut Yono

Agus mulai mengecupi pipi Monic, leher dan telinga jg tak luput darinya, Hembusan nafas dan lidahnya menjadikannya bergidik jg merasakan sensasi aneh yg walaupun dia menangkisnya tp ingin terus merasakannya.

lantas tangannya menggapai kepala Monic dan mengecup bibirnya yg tipis dgn kasar, dia menggeleng-gelengkan kepala berusaha, menangkis, akan tetapi Agus pegangan Agus pada kepalanya terlampau kuat sehingga terpaksa diterimanya serbuan bibir sopirnya itu.

“mmmpphhhh…mmpphhhh!” cuma itu yg terdengar dari mulutnya yg tersumbat bibir Agus yg atasnya ditumbuhi kumis tipis layaknya tikus.

Tangan Agus kini sdh meraba alat vitalnya yg tetap tertutup celana dalam, jari-jarinya bergerak liar mengosoki belahan alat vitalnya. tatkala Yono makin bernafsu meremasi buah dada Monic, perlakuan kasarnya menjadikannya ingin menjerit kesakitan tp mulutnya tersumbat bibir Agus sehingga bibirnya yg terkatup justru terbuka dan lidah Agus pun lakukan trobosan masuk, lidahnya menyapu rongga mulut Monic dan beradu dgn lidahnya.

Yono mulai mempreteli kancing baju Monic dan menarik lepas baju itu dari tubuhnya. Kini tubuh atas Monic cuma tersisa bra pink.

“Bukain kaitnya Pak Yono, daridulu gw penasaran pengen liat toked Atasan atau bisa dikatakan bos utama gw ini !” kata Yono tak sabaran
Yono pun melucuti branya, Monic membuat supaya tidak nampak buah dadanya dgn tangan dan terus memohon agar mereka tdk meneruskan aksinya.

Tanpa memhiraukankan ocehannya, Agus mencampakkan tangan yg melakukan blokadeinya itu. Terpesonalah ke-2nya melihat keindahan buah dada Monic yg putih, kencang dan berputing mempunyai warna merah itu.

“Wah Atasan atau bisa dikatakan bos utamalu tokednya bagus banget, putih bulat kaya bakpao !” kata Yono sembari mengusap-usap buah dada itu.
“iya nih, pentilnya jg ngegemesin, imut gini !” timpal Agus yg tangannya memencet puting itu dan menarik-nariknya.”Nah, sekarang coba kita liat bawahnya !”

Monic berusaha, menahan roknya dgn tangan pada waktu itu Agus akan memelorotinya, tp lantas Yono kembali menelikung tangannya ke belakang sehingga dgn leluasa

Agus membongkar sabuk dan resletingnya, rok itu pun melesat jatuh melewati kakinya, disusul celana dalamnya dipeloroti hingga ke lutut. ke-2 orang itupun kini dapat nikmati tubuh polos Monic, tangan-tangan hitam kasar itu berkeliaran menggeraygi lekuk tubuhnya yg indah. Agus yg berjongkok mulai menyentuh alat vitalnya yg dilebati bulu-bulu tipis yg tercukur rapi.

“Hhmm…meqi yg bagus, tetap rapat, jembutnya jg rapih, gw suka yg kaya gini !” celoteh Agus

Dari belakang Yono mencaplok ke-2 buah dadanya, jari-jarinya memencet-mencet dan memilin-milin putingnya sehingga Monic pun terpancing libidonya, nafasnya makin berat. Walaupun sesekali dia memelas minta dilepaskan, akan tetapi tubuhnya berkata lain, terlebih pada waktu itu lidah panas Yono menyapu telak leher dan belakang telinganya. waktu itu satu tangan Yono turun ke bawah dan meremas pantatnya, jarinya terkadang-kadang menyentuh anusnya, belum lagi jari dan lidah Agus yg kini sedang bermain di meqinya. kelakuan mereka bikin Monic semakin tak berdaya, tak berdaya disebabkan nikmat dan tak cukup tenaga utk melawan.

Mereka lalu membuat turun tubuhnya hingga terbaring di lantai, dia merasakan dinginnya lantai menyentuh punggungnya. Agus melepas celana dalam yg menygkut di tungkainya dan dibukanya sepasang paha itu, mukanya mendekati alat vitalnya, lidahnya melakukan jilatani paha, pangkal paha, hingga selanjutnya menyentuh bibir meqinya. Di tempat lain Yono dgn rakus mengecup dan melakukan hisapan buah dadanya, lidahnya yg menari-nari liar itu menyebabkan puting itu makin menjadi keras.

“Toked yg montok, eemmhh…sluurpp…!”

Beberapa menit lamanya Yono cara memakai buah dada Monic sebelum selanjutnya jilatannya meluas ke lekuk tubuh yang lain, ketiak, bahu, leher, hingga selanjutnya bibir mereka bertemu. Dari matanya yg terpejam air mata terus mengalir, akan tetapi birahinya terus naik tak terkendali.

“Hhhmmpphh…!” rintih Monic tersendat waktu lidah sopirnya menyentil-nyentil klitorisnya, tubuhnya menggeliat-geliat menahan perlakuan kejam birahi itu.
“Udah mulai kerasa enaknya kan Non,tuh udah banjir gini !” ejek Agus sembari terus melakukan jilataninya.

Kalah oleh desakan nafsunya, Monic pun tak terasa membalas permainan lidah Yono, utk menyedikitkan rasa jijik dia memikirkan yg dicium itu ialah Frans. Dia merasakan alat vitalnya sdh amat basah akibat jilatan sopirnya, tak lama lantas dirasakan badannya menggeliat. Mereka Mempunyai Tugas-tawa melihat reaksinya.

“Hahaha…selanjutnya nikmatin jg kan !” ejek Yono
“basic perek, munafik, tadi sok jual mahal, tp baru digituin dikit aja udah keenakan !” timpal Agus

Betapa panasnya telinga Monic mendengar hinaan layaknya itu, bahkan yg mengucapkan ialah sopirnya sendiri, dia tak menygka sopirnya hingga setega itu pwujudnya, dia mulai menyesali sekiranya dulu dia punya sikap baik pwujudnya mungkin kejadian sekarang ini tdk akan menimpanya, tp segalanya sdh terlambat.

Kini Agus menariknya hingga berlutut di depan selangkangannya, lalu dia membongkar celananya sendiri. Dan terlihatlah alat vitalnya yg bikin Monic terkesiap disebabkan panjangnya, lebih kaget lagi waktu dia melihat milik Yono yg sdh berdiri di Dibagiannya disebabkan miliknya walaupun tak sepanjang sopirnya akan tetapi lebih kokoh dan berurat. sembari berkacak pinggang seolah tanda keberhasilan menang, Agus memerintahkan anak Atasan atau bisa dikatakan bos utamanya mengoral k0ntolnya. Di bawah ancaman, Monic menggapai k0ntol itu dgn tangan gemetar lalu sembari menutup mata menahan rasa jijik dimasukkannya benda itu ke mulutnya.

“Huehehehehehe…baru kini gw liat Atasan atau bisa dikatakan bos utama nyepongin sopirnya, hebat, hebat !” ejek Yono melihat adegan itu.
“Sepongannya yahud banget, daripada nyepongin pacar Non yg k0ntolnya kecil itu daripada yg sy kan, lebih gede, lebih muasin lagi !” Agus menimpali
“Ayo Non, yg sy jg pengen diservis !” Yono menggapai tangan Monic dan letakkannya pada k0ntolnya.

Monic mengulum dan mengisap k0ntol sopirnya sembari tangannya sesekali mengocoknya, tatkala tangan satunya mengocok punyanya Yono. 10 menit lebih dia mengocok dan mengulum k0ntol ke-2 jahanam itu bertukaran. Dia menyadari betapa kotor dirinya waktu melakukan perihal tersebut, tp entah dorongan apa yg menjadikannya merasa terangsang dan nikmati perlakuan mereka.

“Mmmmpphhh…sshh…mau ngecrot nih Non, ditelen yah…awas kalo dimuntahin !” perintah Yono sembari melenguh nikmat.

selanjutnya dgn satu lenguhan panjang Yono, menghimpit kepala Monic ke selangkangannya sehingga batang itu melesak lebih dalam ke tenggorokan gadis itu lalu membuat tumpah isinya yg kental disana. Cairan itu langsung mencukupi mulutnya dan tertelan tanpa bisa Ditangkap. Monic gelagapan dan meronta ingin melepaskan benda itu tp Yono menahan kepalanya dan kalah tenaga. Dia langsung terbatuk-batuk dan nafasnya terengah-engah melacak udara fresh seperti itu Yono melakukan cabutan k0ntolnya, aroma sperma yg menikam itu tetap terasa di mulutnya.

Monic sempat beristirahat sekitar 2 menitan sebelum Agus menarik pergelangan kakinya dan meluaskan ke-2 pacuma, lalu dia melakukan pengambilan posisi diantara ke-2 paha itu.

“Ok, Non sekarang waktunya ngejos hehehe!” seringainya mesum
“Jangan Bang, sy mohon…oohh, maafin sy !” Monic mengiba dgn berurai air mata.
“Waktu sy minta maaf dulu, Non jg ga maafin, enak aja sekarang minta maaf !” cibir Agus tanpa membuat jadi tidak berjalan atau diam aksinya menyorong k0ntolnya memasuki meqinya.
“Sakit…akh…lepaskan…uuhh !” rintihnya waktu k0ntol sopirnya menyeruak masuk menggesek dinding alat vitalnya.
“Ooohh…enak tenan meqinya Non biar udah ga perawan tp tetap seret !” saran Agus
“Tuh kan kebukti k0ntol pacarnya kecil, kalo ngga pasti udah ga seseret sekarang, ya ga Din !” sahut Yono disambut gelak tawa ke-2nya.
“Siap yah Non, sy bakal ngebuktiin kalo sy lebih bisa muasin Non daripada pacar Non itu, hiihh !” habis mengucapkan ka5t itu Agus langsung menyodokkan k0ntolnya diiringi erangan panjang Monic.

Agus terus menghentak-hentakkan pinggulnya bikin tubuh Monic berkelejotan, mulutnya mengap-mengap melontarkan rintihan yg justru bikin ke-2 orang itu tambah bernafsu.

“Ayo liat sini, asyik nih buat nambah koleksi gw !” sahut Yono membidikkan cameraphone itu pada mereka.
“Jangan…tolong jangan ahhh…direkam…ahhh !” Monic mencari jalan membuat supaya tidak nampak mukanya dgn tangan

akan tetapi Agus justru merentangkan ke-2 tangannya itu ke samping sehingga Monic tdk bisa membuat supaya tidak nampak mukanya lagi.

Agus Mempunyai Tugas-tawa melihat ke arah kamera seolah bangga bisa nikmati tubuh Atasan atau bisa dikatakan bos utamanya yg cantik itu. Sekitar tiga menit Yono mengabadikan adegan perkosaan itu sebelum dia sendiri gabung nikmati tubuh mulus itu.

Cerita Sex Ngentot Penjaga universitas Bejat

Yono menggeraygi seluruh tubuh Monic serta melakukan jilataninya, leher jenjang itu dicupangi hingga memerah. Lidah Yono yg menggelitik tubuhnya menjadikannya makin menggeliat.

“Busyet, baru pernah gw main sama anak juragan sendiri, terbukti asoynya ga ketulungan !” kata Agus sembari terus menyetubuhinya tanpa ampun.

Tak lama lantas, tubuh Monic mengejang dan menekuk ke atas hingga tulang-tulang rusuknya terjiplak di kulitnya. Dia merasa layaknya ada suatu ledakan hebat dari dalam tubuhnya yg tdk bisa Ditangkap dan menyebabkan tubuhnya menggelepar-gelepar bak ikan keluar dari air.

Tdk dapat dipungkiri bahwa perasaan itu nikmat luar biasa melebihi kesenangan yg pernah dirasakan pacarnya. Agus tetap terus menggenjotnya selama beberapa menit ke depan, dan selanjutnya dia pun melakukan cabutan k0ntolnya lalu buru-buru mendekati muka Monic di mana dia menyemprotkan spermanya. Cairan putih kental pun berceceran membasahi muka dan rambut gadis itu. Sebelum sempat melakuakan pembersihan cairan berbau tak sedap itu dari mukanya, Yono sdh melakukan pengambilan giliran melakukan pemerkosaannya.

Yono memutarbalikkan tubuhnya yg tetap lemas itu ke posisi telungkup, lantas pantatnya dia tarik hingga menungging.

“Aaahhkkk…aahh !” erang Monic dgn mata terbelakak, ke-2 tangannya mengepal keras pada waktu itu Yono melakukan penetrasi dari belakang.

Setdknya dia tetap bersyukur disebabkan Yono tdk punya incaran anusnya, terbayang olehnya betapa sakitnya di anal seks dgn k0ntol sebesar itu tatkala anusnya tetap perawan. Berkat Pertolongan cairan alat vitalnya, k0ntol Yono lebih mudah menikam meqinya, itupun tetap terasa nyeri.. Dia mulai mengocok meqinya, mulanya perlahan tp lama-lama kecepatannya semakin meningkat. Monic sebentar melakukan desahan, sebentar menggigit bibir merasakan kenimatan yg diberikan Yono, layaknyanya dia sdh seperti itu ikuti permainan yg dikepalai oleh dua pemerkosanya itu.

Rasa jijik dan marah yg sesudah tadi menyelubunginya berpindah tempat menjadi gairah kesenangan, setdknya utk sekarang ini. Semakin kasar perlakuan yg diterimanya semakin nikmat terasa, pinggulnya pun ikut bergoyang membuat imbang irama genjotan Yono. Desahan yg keluar dari mulutnya makin tunjukkan kesenangan tidaklah desahan korban perkosaan.
Agus menaruh kursi di depan Monic dan duduk di sana, Di Samping kaos berkerahnya, bagian bawahnya sdh telanjang. Tubuh atas Monic yg bertumpu di lantai itu diangkatnya ke antara dua pacuma.

“Ayo…Non tadi belum dibersihin nih, jilatin hingga bersih yah !” suruhnya

Tanpa harus disuruh ke2 x 1nya, Monic yg sdh setengah sadar itu, menggapai batang itu lalu menyapukan lidahnya melakuakan pembersihan cairan yg belepotan di sana, sesekali dimasukkan ke mulut dan diemut sehingga yang mempunyai merem-melek dan melenguh keenakan, k0ntol itu pun perlahan-lahan membesar lagi di dalam mulutnya.

tatkala dari belakang Yono tetap asyik menyodok-nyodok meqinya sembari ke-2 tangannya berpegangan pada ke-2 buah dadanya. Butir-butir keringat sdh nampak pada kulit punggungnya layaknya embun, mukanya pun sdh bersimbah peluh bergugus-gugus sperma. Suatu waktu Yono membenamkan k0ntol itu hingga maksimum dan memuntahkan isinya di dalam sana, tubuh pria itu mengejang sembari membuat erangan dgn nada/suara berat. Nampak cairan putih itu meluber di sela-sela kemaluan Monic membasahi wilayah sekitar selangkangannya.

Mereka bertukar posisi lagi, Agus berkata bahwa dia ingin mencari jalan posisi yg pernah dipandangnya di sesuatu film porno. Mula-mula diperintahkannya Monic naik ke pangkuannya bertemu. Dia sdh memegangi k0ntolnya yg mengacung tegak itu pada waktu itu Monic membuat turun tubuhnya sehingga otomatis k0ntol itupun melesak ke meqinya diiringi desahan.

“Pegangan yah Non, kalo jatuh jangan salahin sy ntar !” suruhnya

sesudah Monic berpegangan pada bahunya, Agus pelan-pelan bangkit dari bangku, ke-2 tangannya menopang pantat Monic sehingga kini posisinya digendong Agus dgn ke-2 tungkai menjepit pinggang Agus. Merasa pijakannya telah mantap, Agus pun menyentakkan badannya menggenjot meqi Atasan atau bisa dikatakan bos utamanya dgn style berdiri.

“Wow…boleh jg jurus baru lu Din, sekali-sekali bisa gw coba nih !” kata Yono
“Berguna jg tuh film bokep, dapat pelajaran baru yg emang sip” sahut Agus yg makin ganas menggenjot Monic.

Dgn posisi seperti itu Monic merasa meqinya ditusuk dgn lebih keras dan dalam, buah dadanya pun turut bergoyang-goyang seirama badannya.

Agus dapat bertahan sekitar belasan menit dalam posisi yg cukup menguras tenaga itu, akan tetapi selama itu dia berhasil mengirim Monic menggapai k5ks. Mereka terus menggarapnya tanpa memhiraukankan situasi Monic yg sdh kepayahan. Sekarang Yono berbaring di lantai dgn memakai bajunya Selayak alas kepala, disuruhnya Monic melakukan style woman on top dgn bergoyang diatas k0ntolnya. Dgn evaluasi, menamatkan perkosaan itu secepatnya, Monic pun menaiki k0ntol Yono lalu mulai menaik-turunkan tubuhnya. Belum hingga semenit bergoyang, dari belakangnya Agus menyorong punggungnya ke depan sehingga pantatnya agak terangkat.

“Ntar Pak Yono, gw belum keluar nih tadi, sekarang mo nyoba ngejos disini nih !” katanya sembari membuat masuk dua jari ke anusnya.
“Jangan Bang, jangan disana, sy takut !” mohonnya waktu Agus mulai meludahi wilayah itu agar licin serta mengeluarmasukkan jarinya sebentar.
“Heh, udah diem aja Non, ntar jg enak kok !” Agus mulai membongkar lubang itu dan tangan satunya membidikkan senjatanya ke sana.

Yono yg dalam posisi berbaring memegangi ke-2 lengan Monic agar tdk berontak.

“Aaahh…aduh…sakit, ampun Bang, tolong hentikan !” rintih Monic melukai hati, tubuhnya mengejang, dan mukanya meringis menahan perih

Tanpa merasa iba, sopir bejat itu terus saja melesakkan k0ntolnya dan nikmati jepitan dubur itu kepada k0ntolnya, seperti itu jg Yono di bawahnya, dia justru makin berantusias melihat ekpresi kesakitan Monic, sesekali dia menyapukan lidahnya pada buah dada yg menggelantung dekat mukanya. Mereka berdua pun mulai menggenjot tubuh Monic, dua k0ntol memukul-hujam meqi dan anusnya, sungguh suatu derita birahi yg luar biasa dihadapi gadis malang itu.

“Gile, tetap perawan loh pantatnya, sempit banget sampe berdarah gini !” kata Agus sembari meremasi bongkahan pantatnya.

Darah fresh memang mulai nampak pada kulit pantatnya yg putih dan tangisan Monic pun makin menjadi, akan tetapi itu tdk menyedikitkan kebiadaban ke-2 orang itu.

Beberapa waktu lantas ke-3nya menggapai orgasme kurun waktu nyaris an, yg paling awal ialah Agus, mungkin disebabkan sempitnya, sperma itu menyemprot di dalam pantatnya dan meluber keluar bergugus-gugus cairan darah. Monic pun berusaha untuk menjadi sejajar atau menyalip beberapa menit lantas an dgn Yono yg membuat tumpah spermanya di dalam meqi Monic. Tubuh Monic pun selanjutnya ambruk menindih Yono dgn k0ntol tetap menancap. Agus memakai kembali celananya, dia tersenyum puas sembari membuat hidup sebatang rokok. Bacaan sex top
Sebentar lantas Yono pun bangkit dan melihat jam yg sdh tunjukkan jam 5 kurang, dia membongkar pintu dan memonitor situasi sekitar, sepi tdk ada ada tanda seseorang lewat sini. Monic tetap terbaring di lantai menangis sesegukan, keringat telah membasahi badannya, wilayah selangkangannya penuh lelehan sperma dan di pantatnya sperma itu bergugus-gugus darah. Yono memberi ancamannya bahwa bila dia berani buka mulut atau pindah ke universitas lain, photo dan video klip itu akan disebarluarkan bahkan keselamatan pacarnya pun mungkin Rawan.

SeDatang di Tempat Tinggal, ke-2 orang tua Monic tetap belum ada di Tempat Tinggal, papanya memang sedang di luar kota sejak tempo hari lusa dan mamanya sedang ikut arisan. peluang ini tdk disia-siakan Agus utk nikmati tubuh Monic sepuas-puasnya. Dia melakukan pemerkosaan nona Atasan atau bisa dikatakan bos utamanya itu di kamar gadis itu serta di kamar mandi yg menyatu dgn kamar itu sekalian mandi . Monic sendiri layaknyanya sdh pasrah saja nikmati dirinya diperkosa layaknya itu, pikirnya toh sdh telanjur basah, mandi saja sekalian.

Perkosaan itu baru tidak melakukan suatu gerakan atau diam pada waktu itu mamanya pulang sekitar jam 9. Di depan nyonya besar itu, baik Agus dan Monic punya sikap layaknya biasa, yg satu demi membuat supaya tidak nampak kelakuan bejatnya, yg lain demi membuat supaya tidak nampak rasa malu dan tdk ingin menyusahkan orang tuanya. Besoknya memang benar Agus melakukan pengunduran diri dgn alasan ingin bekerja di kota lain saudaranya, akan tetapi derita Monic belum selesai disebabkan dia telah menjadi salah satu budak seks Yono, si penjaga universitas bejat itu.

Pencarian Konten:

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website