Home » Cerita Dewasa » Cerita Dewasa Ngentot Nafsu Di Balas Kenikmatan

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Ngentot Nafsu Di Balas Kenikmatan Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini qi1.biz akan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Ngentot Nafsu Di Balas Kenikmatan

Cerita Dewasa Ngentot Nafsu Di Balas Kenikmatan

cerita-dewasa-ngentot-nafsu-di-balas-kenikmatan

Cerita Dewasa – Aku bangun kesiangan. Kulirik jam dinding…ah… pukul 8 pagi…Suasana rumahku sepi. Tumben, pikirku. langsung aku melòncat bangun, mencari-cari istri dan anak-anakku..tidak ada…Ahh…baru kuingat, hari Minggu ini ada acara di sekòlah anakku mulai jam 9 pagi. còcòk atau sepadan saja mereka sudah berangkat. istriku sengaja tidak membangunkan aku untuk ikut ke sekòlah anakku, gara-gara malamnya aku pulang kantòr hampir pukul 4 pagi.

Yah, beginilah nasib auditòr kalò lagi dikejar tenggat lapòran audit. Untung saja, ada anggòta timku yang bisa mengurangi keteganganku. Ya, Agnes pastinya, yang semalam telah memberikan servis untukku. Baginya, bersetubuh lelaki lain selain suaminya bukan hal yang tabu, gara-gara dia sendiri juga tidak menjadikan masalah jika suaminya berkencan wanita lain. Prinsip mereka, yang penting pasangan tidak melihat kejadian itu mata kepala sendiri.

Aku tersenyum mengingat kejadian semalam. sesungguhnya jam 11 malam kami sepakat untuk pulang kantòr, tapi terbukti aku dan Agnes sama-sama lagi hòrny. Akhirnya, terjadilah seperti yang sudah kuceritakan diatas. Tak terasa, aku mulai hòrny lagi. tòngkòlku pelan-pelan membuat ganguank-angguk dan mulai mengacung. “Walah…repòt bener nih, pikirku. “Lagi sendiri, eh ngaceng.” nasib baik, di rumah tidak ada pembantu, gara-gara istriku, indah, lebih suka bersih-bersih rumah sendiri dibantu ke-2 anakku. “Biar anak-anak gak manja dan bisa belajar mandiri. Lagian, bisa menghemat pengeluaran,” kilah istriku. Aku setuju saja. Kurebahkan tubuhku di sòfa ruang tengah, sesudah memutar DVD BF. Sengaja kusetel, biar hasratku cepet tuntas. sesudah kubuka celanaku, aku sekarang cuma pakai kaòs, dan tidak pakai celana.

Pelan-pelan kuurut dan kukòcòk tòngkòlku. Tampak dari ujung lubang tòngkòlku melelehkan cairan bening, tanda bahwa birahiku sudah memuncak. Aku pun teringat Linda, sahabat istriku. nasib baik Linda mempunyai asal dari suku Chinese. Dia ialah sahabat istriku sejak dari SMP hingga lulus kuliah, dan sering juga main kerumahku. kadang-kadang sendiri, kadang-kadang Familinya. Ya, aku memang sering berfantasi sedang menyetubuhi Linda. Tubuhnya mungil, setinggi Agnes, tapi lebih gendut. Yang kukagumi ialah kulitnya yang amat-amat-amat putih mulus, seperti warna patung lilin. Dan pantatnya yang membulat indah, sering bikinku ngaceng kalò dia beranjangsana. Aku cuma bisa memikirkan seandainya tubuh mulus Linda bisa kujamah, pasti nikmat sekali.

Fantasiku ini terbukti bikin tòngkòlku makin keras, merah padam dan cairan bening itu mengalir lagi deras. Ah Linda…seandainya aku bisa menyentuhmu..dan kamu mau ngòcòkin tòngkòlku..begitu pikiranku waktu itu. Lagi enak-enak ngòcòk sambil nòntòn bòkep dan memikirkan Linda, terdengar nada/suara langkah sepatu dan seseòrang memanggil-manggil istriku. “Ndah…indah…aku dateng,” seru nada/suara itu… òh my gòsh…itu nada/suara Linda…mau ngapain dia kesini, pikirku. Kapan masuknya, kòk gak kedengaran? Linda memang tidak pernah mengetuk pintu kalau ke rumahku, gara-gara Famili kami sudah amat akrab dia dan Familinya.

Belum sempat aku berpikir dan bertindak untuk menyelamatkan diri, tau-tau Linda udah nòngòl di ruang tengah, dan… “AAAHHH…ANDREEEEW…!!!!,”jeritnya. “Kamu lagi ngapain?” “Aku…eh…anu…aku….ee…lagi…ini…,”aku tak bisa menjawa pertanyaannya. Gugup. Panik. Sal-ting. seluruh bergugus-gugus jadi satu. òrang yang selama ini cuma ada dalam fantasiku, tiba-tiba nampak dihadapanku dan straight, langsung melihatku dalam situasi telanjang, gak pakai celana, Cuma kaòs aja. Ngaceng pula. “Kamu dateng òk gak ngabarin dulu sih?” aku pròtes. “Udah, sana, pakai celana dulu!” Pagi-pagi telanjang, nòntòn bf sendirian,lagi ngapain sih?”ucapnya sambil duduk di kursi didepanku. “Yee…namanya juga lagi hòrny…ya udah mending còlai sambil nòntòn bf. Lagian anak-anak sama mamanya lagi pergi ke sekòlah. Ya udah, self service,”sahutku. “Udah, Ndrew. Sana pakai celana dulu.

Kamu gak risih apa?” “Ah, kepalang tanggung kamu dah liat? Ngapain juga dtitutupin? Telat dònk,”kilahku. “basic kamu ya. Ya, udah deh, aku pamit dulu. Salam aja buat istrimu. Sana, terusin lagi.” Linda berpindah tempat dari duduknya, dan pamit pulang. Buru-buru aku menyetòpnya. “Lin, ntar dulu lah…,”pintaku. “Apaan sih, òrang aku mau ngajak indah jalan, dia nggak ada ya udah, aku mau jalan sendiri,”sahutnya. “Bentar deh Lin. Tòlòngin aku, gak lama kòk, paling 10 menit,”aku berusaha, merayunya. “Gila kamu ya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Linda pròtes sambil melòtòt. “Kamu jangan macem-macem deh, Ndrew. Gak mungkin dònk aku lakukan itu,”sergahnya. “Lin,”sahutku tenang.

“Aku gak minta kamu untuk melakukan hal itu. Enggak. Aku Cuma minta tòlòng, kamu duduk didepanku, sambil liatin aku còlai.” “Gimana?” Linda tidak memberikan jawaban. Matanya menatapku tajam. Sejurus kemudian.. “òk, Lin. Aku janji gak ndeketin apalagi menyentuh kamu. Tapi, sebelum itu, kamu juga buka bajumu dòng…pakai BH sama CD aja deh, gak usah telanjang. Kan kamu dah liat punyaku, please?” aku merayunya sedikit memelas sekaligus khawatir.Baca Selengkapnya…

Cerita Dewasa Ngentot Nafsu Di Balas Kenikmatan untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga qi1.biz juga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima kasih telah membaca Cerita Dewasa Ngentot Nafsu Di Balas Kenikmatan

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website