Home » Cerita Dewasa » Beradu Ciuman Hot Seusai Ngesex

Beberapa waktu lantas, tanganku kupindahkan ke mrs.Vnya dan klitoris Mami kugosok-gosok jariku. Perihal ini bikin kocokan tangan Mami di batang alat vitalku semakin cepat, bikin nafasku semakin tidak teratur dan nafas Mami kembali terengah-engah. sesudah beberapa menit berciuman dan nafas kami berdua sudah tidak beraturan lagi, perlahan Mami membuat jadi tidak berjalan atau diam kocokan di penisku, dan membuat jadi tidak berjalan atau diam ciumannya serta terus berbisik di dekat telingaku.

“iwaan, Mamiii sudaaah… nggak.. tahaaan Waan.. toloong.. punyanya Waan.. dimasukin.. ke Mamii.., Waaan. Ayoo.., Waan..!”

Cerita Sex Sedarah Mendengar kata-kata Mami ini, nafsuku semakin menjadi-jadi, tapi perasaanku juga semakin bingung, disebabkan sempat terpikir Mami kan istrinya Papaku dan Mami walau bukan Mama kandungku, tapi sekarang kan telah menjadi Mamaku. Aku berusaha, melawan bingung ini, dan tersentak dari lamunanku pada waktu itu mendengar Mami kembali agak berbisik nada/suara yang sedikit menghiba.
“iwaan.. ayoo.. Sayaaang.. tolongiin.. Mamii.. Waaan..!”
Dan layaknya tanpa berpikir, aku memberikan jawaban sekenaku, “Maam.. boo..leeh.. Maam..?” tanyaku, dan kulanjutkan pertanyaanku disebabkan tetap ragu, “Nggak..apa-paa. Maam..?”
“ii.. yaa.. Sayaang.., boleeh.. boleh.., Waan.” jawab Mami sembari mengecup bibirku.

“Siniii.. Sayaang..!” kata Mami sembari menarik badanku.
“Coba posisikan badanmu diatas Mami,” lanjutnya.
Aku langsung bangun dan kunaiki badan Mami pelan-pelan. Dan sesudah aku berada diatas badan Mami, kurasakan Mami membongkar ke-2 kakinya lebar-lebar.
“Sinii.. Waaan, Mami bantu..,” kata Mami sembari memegang batang alat vitalku dan dibimbingnya ke arah mrs.V Mami.
Aku cuma berbasickan saja apa yang dikatakan Mami, maklum aku tetap terlalu buta, dan ini akan menjadi cerita pertamaku.

“Sudaah, Waan, sekarang tekan pantatmu pelan-pelan..!” perintah Mami dan kuikuti permintaan itu menghimpit pantatku pelan-pelan.
Tapi baru saja sedikit aku menghimpit pantatku, penisku terasa layaknya tertahan di mrs.V Mami, dan Datang-Datang tangan Mami menahan gerakan turun pantatku dan berbisik sembari sedikit meringis.
“Aduuh.. Waaan, tahaan duluuu.. saa.. kiit… Waan.”
Kuhentikan gencetan pantatku dan kuangkat sedikit pada waktu itu mendengar keluhan Mami.

“iwaaan.. pelan-pelan yaa Sayaang. Sudah lama Mami nggak begini.. Papamu, bahkan… punyamu… itu besaar sekali, semakin besar dari punya Papamu..,” kata Mami lemah tapi bikinku menjadi amat bangga disebabkan punyaku dikatakan Mami tetap semakin besar dari punya Papa.
“Sekarang.. bagaimana Maaam..?” tanyaku tidak sabar ingin langsung membuat masuk penisku didalam liang persetubuhan Mami.
“Waan..,” kata Mami lagi, “Coba naik turunkan pantatmu pelan-pelan, dan nanti kalau pantatmu Mami tahan, bermakna kamu harus tarik pantatmu ke atas, dan waktu pantatmu nggak Mami tahan, kamu boleh tekan lagi. Beberapa kali.. hingga nanti kamu bisa rasakan sendiri kalau punyamu sudah masuk didalam punya Mami, bisaa.. kan Waan..?” kata Mami sembari mengecup bibirku.
“i.. yaaa Maam, iwan coba sekarang.. yaa.” jawabku.

Lalu kuikuti pelajaran yang didapatkan Mami. Tapi pada waktu itu pantatku kutekan, sering kulihat muka Mami sedikit meringis layaknya menahan rasa sakit. sesudah beberapa kali kunaik-turunkan pantatku pelan-pelan, suatu waktu pantatku justru ditekan agak keras oleh ke-2 tangan Mami dan terasa batang alat vitalku layaknya terjeblos didalam lubang.
“Bleess..” dan kudengar Mami agak berteriak, “Aaacchh.., iwaan..,” sembari layaknya menahan nafasnya.
disebabkan kaget teriakan Mami, kutahan gerakanku dan kudiamkan sebentar sembari menanti reaksi lebih lanjut dari Mami yang sekarang ini sedang memejamkan matanya.

Tapi baru saja aku mau berpikir apa yang akan Mami lakukan atau katakan, terasa batang alat vitalku layaknya tersedot-sedot dan dipijat-pijat. Sedotan dan pijatan di penisku ini terasa amat kuat sekali, dan terasa amat enak. disebabkan rasa sedotan dan pijatan di batang alat vitalku terasa seperti itu nikmat, tidak sadar aku kembali menghimpit penisku masuk.
“Bleess..!” dan kembali kudengar Mami sedikit berteriak, “Waan.., aarrchh.. saakiiit,” sembari ke-2 tangan Mami sedikit menyorong pantatku.
Terpaksa kuhentikan gencetan penisku, tapi kurasa penisku sudah masuk semuanya didalam liang persetubuhan Mami sembari menanti reaksi Mami.

Tidak lama lantas, tangan Mami menghimpit pantatku dan kurasakan kembali sedotan-sedotan dan pijatan-pijatan yang amat kuat di batang alat vitalku. disebabkan rasa enak ini, tidak sadar aku mulai menaik-turunkan pantatku pelan-pelan sehingga penisku naik turun di dalam lubang mrs.V Mami, dan Mami pun mulai menggerakkan pantatnya naik turun ikuti irama pergerakan penisku yang naik turun. Mami mulai melontarkan desahan-desahan.

“Waaan… teeruuss… Sayaaang.. aachhh.. enaaak.. Waan.. aduuuh.. enaak… Waan.”
Kurasakan batang alat vitalku seperti itu hangat di dalam mrs.V Mami yang amat basah, sehingga setiap kali tedengar bunyi, “Ccrreeet.. creett..”
Perihal ini bikinku semakin membuat cepat gerakan penisku naik turun.
Tidak sadar terucap, “Maaam… iwaaan.. jugaa.. enaaak.. Maaam, ayoo Maam..!” sembari ke-2 tanganku mencengkeram kepala dan rambut Mami.

Beberapa menit lantas, kurasakan gerakan badan dan pantat Mami semakin liar dan semakin cepat, serta ke-2 tangannya mencengkeram kuat di punggungku. Datang-Datang ke-2 kaki Mami dilingkarkan kuat-kuat diatas pantatku dan memeluk badanku kuat-kuat sembari berteriak cukup kuat.
“Waaan, Mamiii… nggaak.. kuaaat.. mauu.. keluaar.. aacrrhhh.. aacrhhh..” dan terus terdiam matanya tertutup dan nafasnya memburu terengah-engah.
Melihat Mami terdiam nafasnya yang terengah-engah itu, aku merasa kasihan dan langsung kuhentikan gerakan penisku naik-turun, tapi posisi batang alat vitalku tetap terbenam seluruh di dalam liang persetubuhan Mami.

sesudah nafas Mami mulai agak teratur. Mami membongkar matanya dan langsung mengecup bibirku sembari berkata lirih.., “iwaan, terima kasiih yaaa.. Sayaang.., iwaan pintaar.. dan.. bisa muasin Mami.”
Kembali bibirku diciumnya, dan langsung kujawab.., “Maaam.., iwan nggak tahu.. Maam, tapi iwan sayaang.. Mami dan iwan… mauuu Mami gembira.”

sesudah kami diam sebentar posisi tetap layaknya tadi, lalu kuberanikan menanya ke Mami.
“Maam, jadi sekarang sudah selesai..? Kalau seperti itu.. iwan.. cabut.. ya.. Maaam..?”
“Jaangaan.. Waaan,” jawab Mami sembari mengencangkan pelukannya, “Sebentar lagi kita lanjutkan layaknya tadi… hingga iwan… menggapai k5ks,” sambung Mami.
“K5ks bagaimana Maam..?” tanyaku tidak mengerti.
“Aduuh.. iwaaan,” jawab Mami sembari memencet hidungku, “Nanti iwan pasti tahu sendiri deh. Nanti iwan terasa layaknya mau kencing, lalu iwan coba tahan selama mungkin, lalu lepaskan kalau sudah tidak kuat, dan dari punyamu akan keluar air mani yang menyemprot,” lanjut Mami.
Aku cuma memberikan jawaban singkat, “iyaaa.. Maaam, iwan.. mengerti.”

sesudah kami diam manakala, Mami lalu berkata, “Waaan, toloong cabut punyamu duluu Waan, Mami mau mengelap punya Mami supaya agak kering, biar kita sama-sama enak kedepannya.
“Bener juga kata Mami,” kataku dalam hati, “Tadi memek Mami terasa amat basah sekali.”
Lalu pelan-pelan batang alat vitalku kucabut keluar dari mrs.V Mami, dan kuambil handuk kecil yang ada di tempat tidur sembari kukatakan, “Maam, biar iwan saja yang ngelap.. boleeeh Maam..?”
“Terserah kamuuu.. deh Waaan,” jawab Mami pendek sembari membongkar ke-2 kakinya lebar-lebar.
Aku merangkak mendekati mrs.V Mami, dan sesudah dekat kemaluan Mami, lalu kukatakan, “iwan bersihkan sekarang yaaa.. Maaam..?”
Kudengar Mami cuma memberikan jawaban pendek, “Yaaa, boleeh Sayaang.”

Lalu kupegang dan kubuka bibir kemaluan Mami, dan kutundukkan kepalaku ke mrs.Vnya. Lalu kusedot-sedot klitoris Mami agak kuat dan pantat Mami terberliku-liku keras, mungkin disebabkan kaget.
“iwaan.., kamu nakaaal.. yaaa.”
Hisapan dan jilatan kembali kulakukan di seluruh bagian kemaluan Mami, dan bikin Mami menggerak-gerakkan terus pantatnya. ke-2 tangannya kembali menghimpit kepalaku. Beberapa waktu lantas, terasa kepalaku layaknya ditarik Mami.
“iwaan.., sudaaah.. Sayaang…, Mami nggak tahaaan. Sini.. yaang..!”

Lalu kuikuti tarikan tangan Mami. Tanpa disuruh, aku langsung naik diatas badan Mami dan sesudah itu kudengar Mami layaknya berbisik di telngaku.
“iwaan, masukiiin.. punyamu.. Sayang. Mami sudah nggak tahaaan.. Yaang..!”
Tanpa mencampakkan-buang waktu, kuangkat ke-2 kaki Mami dan kutaruh diatas bahuku sembari ingin mempraktekkan layaknya apa yang kulihat di film tadi. sembari kupegang batang alat vitalku, kuarahkan ke mrs.V Mami yang bibirnya terbuka lebar. Lalu kutusukkan pelan-pelan, akan tetapi Mami menutup matanya layaknya pasrah saja apa yang kuperbuat.

disebabkan mrs.V Mami tetap tetap basah dan bahkan baru kujilat dan kuhisap-hisap, bikin kemaluan Mami semakin basah, sehingga Sorongan penisku dapat amat gampang memasuki lubang kemaluan Mami.
Untuk meyakinkan apakah penisku sudah masuk mrs.V Mami apa belum, sembari tetap kutusukkan penisku, aku menanya, “Maaam, sudaah.. maasuuk..?”
Kudengar Mami memberikan jawaban, “iii.. yaaaa… Saayaang, teeruuskan.. yang dalaam..!”
disebabkan kurasa sudah benar dan Mami memohonku untuk lebih dalam, lalu kehentakkan batang alat vitalku agak kuat masuk didalam mrs.V Mami.

Mulai kuayunkan penisku keluar masuk liang persetubuhan Mami cepat, sehingga badan Mami bergoyang seluruh cocok atau sepadan ayunanku, serta ke2 buah dada Mami juga bergoyang-goyang keras, akan tetapi dari mulut Mami kudengar desisan.
“Sshh.. shh.. Waan.. teruuss.. Yaang.. shh.. aduuh.. enaak Waaan, teruus.. yang dalaaam… Yaang..!”
disebabkan tidak tahan mendengar ocehan-ocehan Mami, sehingga perihal tersebut bikin nafsuku semakin meningkat.

sembari membuat cepat ayunan penisku keluar masuk mrs.V Mami, tidak sadar keluar dari mulutku, “Maaam, sshhh… Maaam, iwaaan.. juuga.. sschh.. enaak…”
disebabkan rasa enak yang tidak bisa kuungkapkan disini, makin kupercepat gerakan batang alat vitalku keluar masuk liang persetubuhan Mami. bahkan sesekali terasa penisku layaknya tersedot-sedot atau terhisap oleh kemaluan Mami.
Lalu refleks tercetus dari mulutku, “Maaam.., layaknyanya iwaan.. sudah kepingin.. layaknya yang.. Mamiiii.. katakan tadiii.. dicabuut.. yaa.. Maaam..?”
akan tetapi Mami, mungkin sesudah mendengar kata-kataku barusan, lalu juga membuat cepat seluruh gerakan badannya, serta juga melepas ke-2 kakinya dari bahuku serta memelukku kuat-kuat sembari berkata tersendat-sendat.

“iwaan, jangaan.. Yaang.., jangan..! Biakan.., Mamiii.. jugaa. sudah mau keluaar Yaang..! Ayooo.. kitaaa.. samaa.. samaa Yaang..!”
Aku sudah kehilangan kesadaran disebabkan keenakan dan bahkan mendengar kata-kata Mami yang cukup merangsang ini.
Lalu, “Maam..!” teriakku agak panjang sembari kepala dan rambut Mami kuremas dan kujambak kuat-kuat.
an teriakanku, Mami pun Datang-Datang berteriak cukup keras sembari ke-2 kakinya dilingkarkan kuat-kuat ke pantatku dan rambutku di remas-remasnya.

Aku nafas terengah-engah, tertelungkup lemas diatas badan Mami. Dan Mami pun kulihat lemah lunglai nafas terengah-engah sembari menutup ke-2 matanya, berusaha, menenangkan diri mengatur nafasnya. sesudah nafasku agak teratur, kucium bibir Mami lalu kubisikkan di telinga Mami.
“Maam.., terimaaa kasih Maam, iwaan.. sayaang Mamii,” kataku sembari kembali kucium bibir Mami, akan tetapi Mami tetap tetap memejamkan matanya dan nafasnya sudah kembali teratur.
ia memberikan jawaban, “iwaan.., Mami puaas Sayang. Terima kasiih Waan,” katanya sembari memiringkan badannya sehingga posisi kami sekarang menjadi tiduran saling bertemu dan penisku yang terasa tetap tegang itu tetap tetap berada dalam liang persetubuhan Mami.

Beberapa waktu lantas sembari saling memandang dan berpelukan, kutanyakan pada Mami, “Maam.., punya iwan boleh iwan cabut..?”
Mami sembari memencet hidungku memberikan jawaban, “Jangan dulu Sayang. Biarin dulu di dalam punya Mami. Mami tetap kepingin merasakan punyamu yang besar itu.”
“Coba deh Waan. Coba iwan kocok keluar masuk punya iwan, biar Mami bisa merasakan enaknya punyamu,” katanya lagi sembari salah satu kaki Mami diangkatnya dan diletakkan diatas pinggulku.

Tanpa menanti kata-kata Mami yang lain, lalu kumulai memaju-mundurkan pelan-pelan batang kejantananku didalam mrs.V Mami. Mami kulihat memejamkan matanya layaknya sedang nikmati gesekan-gesekan penisku yang keluar masuk lubang alat vitalnya. Tapi sesudah beberapa waktu, kurasakan dalam posisi miring ini layaknyanya masuknya alat vitalku didalam mrs.V Mami terasa kurang dalam. Lalu, perlahan kudorong bahu Mami sehingga telentang. Dan an doronganku, kunaiki tubuh Mami, sehingga batang alat vitalku yang ada di dalam mrs.V Mami tidak hingga terlepas. Mami layaknyanya mengerti kemauanku, dan layaknyanya justru menolongku memeluk badanku rapat-rapat serta membongkar kakinya lebar-lebar.

Lalu kuayun penisku perlahan-lahan keluar masuk kemaluan Mami. disebabkan Mami tetap diam saja, dan tetap tetap menutup ke-2 matanya, lalu kutanyakan sembari berbisik di dekat telinganya.
“Maaam.., bagaimana Maam, enaaaak apa nggak punya iwaan..?
Kulihat Mami membongkar matanya, lalu mengecup bibirku serta terus berbisik.
“Wan.., teruuskan… Saayaang, Mami nikmatinya Wan,
sesudah Mami selesai memberikan jawaban pertanyaanku, kurasakan Mami mulai mengerakkan dan memutar pantatnya perlahan-lahan.

disebabkan Mami mulai menggerakkan pantat atau pinggulnya lagi, kuputuskan untuk membuat jadi tidak berjalan atau diam gerakan alat vitalku keluar-masuk posisi penisku sudah masuk seluruh didalam liang persetubuhan Mami. ingin merasakan enaknya gerakan Mami, tapi mungkin disebabkan merasakan, aku sekarang diam, Mami ikut tidak melakukan suatu gerakan atau diam juga dan membongkar matanya lalu memandangku sayu layaknya menanya.
“mengapa diam.. Wan..?”
Agar Mami tidak menanya lebih lanjut, lalu kukatakan di telinga Mami, “Maam.., iwan diam disebabkan kepingin merasakan sedotan dan pijatan layaknya tadi Maam.”
Mami cuma tersenyum dan dipegangnya kepalaku, lalu diciumnya pipiku sembari berbisik, “Waan.., kamu mulai nakal.. yaa..? Niih.. Mami.. kasih.. apa yang iwaan minta..!” lanjut Mami sembari memeluk badanku.

Tidak lama lantas, terasa batang alat vitalku layaknya disedot-sedot dan dipijat-pijat, dimulai dari lemah, makin kuat dan kuat, sehingga tidak sadar aku berbisik agak keras.
“Maam.., enaak.. enaak.. Maam… Aduh enaak.. aahh.. enaak.. Maam,”
disebabkan sedotan dan pijatan di batang alat vitalku terasa semakin kuat, tidak sadar kumulai lagi mengocok penisku keluar masuk mrs.V Mami. Mula-mula pelan, lalu kupercepat.
disebabkan enaknya, aku langsung katakan, “Maam.., enaak Maam.. iwaan… mau lagi Maam. Ayoo Maam..!”
Mungkin disebabkan melihatku mulai bernafsu lagi, Mami langsung mulai menggerakkan pinggulnya lagi yang makin lama makin cepat.

Selang beberapa lama, aku merasakan kalau air maniku sudah mau keluar, tapi kucoba menahannya selama mungkin.
Datang-Datang, “Mami.., Maaam.., iwaan sudaah mau keluar..”
Mendengar bisikanku ini, kurasakan gerakan pinggul Mami semakin cepat dan pelukan tangannya di badanku juga semakin keras.
“Waan.., Mami juga sudah dekat Waan… Ayoo Waan.. sama-sama..!”
Belum hingga Mami merampungkan kata-katanya, aku berteriak agak keras, “Mamii.. iwaan keluar.. ahh..,” sembari kubenamkan seluruh batang alat vitalku kuat-kuat didalam mrs.V Mami.
an teriakanku itu, kudengar Mami pun berteriak cukup kuat, “iwaan.., Maamii keluaar.. jugaa.. Ayo Wan, cepaat.. archh..!”
nafas tersengal-sengal, kutelungkupkan badanku yang lemas itu diatas badan Mami, dan Mami juga nafasnya yang terengah-engah, tergeletak layaknya tidak bertenaga ke-2 tangannya terkapar disamping badannya.

sesudah nafasku sedikit teratur, kucabut batang alat vitalku dari dalam liang persetubuhan Mami. Kujatuhkan badanku tiduran disamping Mami, dan terdengar Mami berbisik, “Terima.. kasiih.. yaaa.. Sayang..!”
Dan sesudah tidak melakukan suatu gerakan atau diam sebentar, sembari mengecup pipiku, Mami berkata lagi, “Waan.., ini cuma kita berdua ya yang tahu, Papamu atau adikmu jangan hingga tahu ya Wan.”
Supaya hati Mami tenang, lalu kujawab, “Maam, iwan akan jaga itu.., terima kasiih ya Maam,” sembari kucium pipi Mami.
Aku terus bangun dan mandi Mami di kamar mandi Mami.

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website